Pelanggan di seluruh dunia semakin banyak berinvestasi dalam teknologi modern seperti AI dan machine learning di toko ritel, pabrik, dan lokasi edge lainnya untuk meningkatkan efisiensi, meningkatkan keamanan, menekan biaya, dan memuaskan pelanggan. Menempatkan beban kerja di edge, dekat dengan sumber data, dapat mengurangi biaya dan mempercepat pengambilan keputusan. Namun, penerapan dan pengelolaan infrastruktur serta aplikasi di lokasi edge biasanya membutuhkan keahlian profesional IT terlatih. Tantangannya adalah profesional IT umumnya tidak berada di lokasi edge. Perusahaan mencari cara untuk mengelola perangkat dan infrastruktur di lokasi ini tanpa perlu personel teknis di lokasi atau biaya perjalanan yang terus-menerus.

 

Memahami Siklus Hidup Infrastruktur dan Aplikasi Edge

Tantangan terkait staf di lokasi edge meliputi kemampuan untuk menerapkan infrastruktur dan aplikasi, serta mengelola siklus hidup keduanya.

  1. Penerapan Infrastruktur

Lokasi edge sering kali sangat berbeda dari pusat data IT tradisional. Lokasi tersebut dapat berupa lokasi industri atau ritel, atau lokasi yang sangat terpencil seperti turbin angin atau platform minyak lepas pantai. Ini berarti mereka biasanya tidak memiliki staf dengan keahlian IT seperti di pusat data tradisional. Oleh karena itu, koneksi dan aktivasi perangkat keras harus menjadi proses sederhana yang dapat dilakukan oleh staf non-IT.

  1. Penerapan Aplikasi

Lokasi edge sering kali memiliki aplikasi dan konfigurasi unik untuk mendukung kasus penggunaan tertentu. Kompleksitas pengelolaan penerapan ini dalam skala besar bisa sangat sulit. Dibutuhkan solusi yang dapat menyederhanakan penerapan aplikasi ke satu atau beberapa lokasi tanpa intervensi manual oleh personel di lokasi.

  1. Patching dan Manajemen Siklus Hidup

Pekerjaan mengelola infrastruktur dan aplikasi tidak selesai hanya dengan penerapan awal. Ancaman kerentanan keamanan mengharuskan bisnis untuk terus memperbarui infrastruktur dan aplikasi mereka demi menghindari ancaman atau kegagalan yang memengaruhi bisnis. Aplikasi modern yang dibangun menggunakan metodologi DevOps memerlukan pembaruan yang sering, terutama ketika berurusan dengan banyak lokasi. Oleh karena itu, penting untuk memiliki proses otomatis dan terpusat guna memastikan infrastruktur dan aplikasi tetap mutakhir.

 

Mengatasi Tantangan Keterbatasan Personel IT untuk Menyediakan Aplikasi Edge-Native

VMware Edge Compute Stack adalah platform berbasis mesin virtual dan kontainer yang terintegrasi, dirancang untuk memodernisasi dan mengamankan aplikasi edge-native di lokasi edge, sekaligus mendukung aplikasi dan infrastruktur AI di edge. Platform ini menyederhanakan pengelolaan ratusan hingga ribuan lokasi edge tanpa memerlukan staf teknis yang terlatih di lokasi.

 

Fitur Utama VMware Edge Compute Stack:

  1. Zero-Touch Provisioning di Lokasi Edge

Instalasi dan konfigurasi server biasanya dilakukan oleh profesional IT terlatih. Lokasi edge seperti toko ritel atau gardu listrik jarang memiliki staf IT di lokasi. Dengan zero-touch provisioning, VMware Edge Compute Stack memungkinkan staf IT terlatih untuk mengaktifkan dan mengonfigurasi perangkat keras secara remote. Setelah perangkat keras dihubungkan ke daya dan jaringan, sistem akan mengotentikasi dengan VMware Edge Cloud Orchestrator untuk aktivasi dan sinkronisasi dengan konfigurasi desired-state.

      2. Desired-State Configuration

Dengan menggunakan Flux dan file konfigurasi desired-state, VMware Edge Compute Stack menyederhanakan penerapan infrastruktur (mesin virtual dan kluster Kubernetes) serta aplikasi. Staf IT dapat mendefinisikan infrastruktur dan aplikasi yang dibutuhkan, dan sistem secara otomatis akan mengonfigurasi lokasi secara remote tanpa perlu staf IT di tempat.

      3. Patching dan Upgrade

Dengan konfigurasi desired-state dan repositori gambar aplikasi yang ditentukan pelanggan, pembaruan dan patching infrastruktur dan aplikasi edge dapat dilakukan secara otomatis. Hal ini melindungi bisnis dari kerentanan keamanan serta potensi kegagalan aplikasi.

 

Kesimpulan                                                                             

VMware Edge Compute Stack mengatasi keterbatasan ketersediaan staf IT terlatih di edge melalui:

  • Zero-touch provisioning yang memungkinkan aktivasi dan konfigurasi otomatis infrastruktur setelah perangkat dinyalakan dan terhubung ke jaringan.
  • Penerapan aplikasi secara remote menggunakan file konfigurasi desired-state dan gambar aplikasi di repositori yang ditentukan pelanggan.
  • Penerapan infrastruktur dan aplikasi menggunakan konfigurasi desired-state.
  • Pembaruan konfigurasi desired-state di repositori pelanggan yang dapat memicu pembaruan dan patching ke lokasi edge.

Sudahkah Anda mempertimbangkan VMware sebagai Solusi Edge Computing Anda ? Jika Anda tertarik Anda dapat menghubungi VMware Indonesia untuk mendapatkan informasi lebih detail.