Dalam dunia teknologi yang berkembang sangat cepat, mudah bagi kita untuk terjebak dalam diskusi soal fitur, performa, atau roadmap produk. Tapi, ada satu hal penting yang sering terlupakan: teknologi adalah tentang manusia.
Hal ini mengingatkan saya pada sosok inspiratif bernama Chaitra Shastry, seorang Technical Adoption Manager (TAM) VMware Cloud Foundation (VCF) yang kini bekerja di Broadcom. Meski saya bukan bagian dari VMware atau Broadcom, cerita Chaitra sangat relevan bagi siapa pun yang bekerja di bidang teknologi, khususnya yang berkaitan dengan transformasi digital dan manajemen infrastruktur IT berskala besar.
Awal Mula Perjalanan Chaitra: Dari Kode ke Hubungan
Chaitra memulai kariernya dari bangku SMA, saat ia memilih jurusan komputer karena alasan sederhana—ingin mencoba sesuatu yang berbeda. Dari situlah ia mengenal dunia kode dan membangun karier di bidang teknologi.
Setelah beberapa waktu bekerja di dukungan teknis (support) untuk pelanggan individu (B2C), ia menyadari bahwa pekerjaan dengan klien bisnis (B2B) memberinya tantangan yang lebih besar dan bermakna. Evolusi ini membawanya ke berbagai posisi hingga akhirnya ia menemukan “rumah” dalam peran TAM untuk VMware Cloud Foundation.
Menurut Chaitra, peran ini memberinya kesempatan untuk memecahkan masalah teknis, memahami proses bisnis, dan yang paling penting, berinteraksi dengan orang-orang di balik layar teknologi.
“Saya paling bahagia ketika berbicara dengan orang,” katanya. “Melihat masalah teknis dan tujuan bisnis mereka justru memunculkan sisi terbaik saya.”
Sebagai orang luar yang sering melihat bagaimana vendor dan pelanggan bekerja sama, saya sangat setuju: keberhasilan proyek IT tidak hanya ditentukan oleh alatnya, tetapi juga oleh komunikasi, empati, dan kejelasan tujuan.
Pelajaran Besar: Emosi dan Empati Itu Penting
Salah satu momen paling menarik dari kisah Chaitra adalah ketika ia mendapat masukan dari atasannya setelah sesi bersama pelanggan. Meskipun masalah teknis sudah terselesaikan, atasannya berkata:
“Kamu menyelesaikan masalah, tapi kamu belum benar-benar melihat orang yang ada di balik masalah itu.”
Dari situ, Chaitra mulai mengubah pendekatannya. Ia belajar bahwa untuk bisa benar-benar membantu, ia harus mendahulukan manusia, bukan hanya teknologi. Ini mungkin terdengar sederhana, tapi dalam praktiknya, hal ini sering terlupakan—apalagi ketika tekanan pekerjaan dan ekspektasi begitu tinggi.
Sebagai TAM, ia kini memulai setiap diskusi dengan satu pertanyaan penting: Apa yang sebenarnya dibutuhkan orang ini? Pendekatan ini bukan hanya membuat percakapan lebih bermakna, tapi juga membantu pelanggan merasa didengar dan dihargai.
Teknologi yang Menyentuh Kehidupan
Apa yang membuat saya pribadi terinspirasi dari cerita ini adalah pendekatan “human-first” yang Chaitra bawa ke peran yang sangat teknis. VCF TAM bukan sekadar membantu pelanggan migrasi, integrasi, atau scaling environment mereka. Lebih dari itu, mereka membantu organisasi membuat keputusan yang lebih baik, membangun kepercayaan, dan menciptakan nilai yang nyata.
Chaitra percaya bahwa setiap organisasi besar—terutama yang bergerak cepat secara digital—seharusnya memiliki pendamping seperti TAM.
“Kami benar-benar berdedikasi untuk pelanggan dan fokus pada hal-hal yang memberikan nilai bagi mereka,” ujarnya.
Pernyataan itu sangat kuat dan mencerminkan filosofi yang, menurut saya, seharusnya menjadi standar dalam dunia IT saat ini.
Menjaga Keseimbangan dan Perspektif
Chaitra juga membagikan sisi lain dari kehidupannya—tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Di awal karier, ia begitu fokus pada kerja sampai-sampai lupa menikmati hidup. Tapi seiring waktu, ia belajar untuk tetap membumi dan menghargai momen-momen kecil di luar kantor.
Kini tinggal di Sydney bersama keluarga, ia banyak menghabiskan waktu di luar rumah, memasak makanan India, atau membaca bersama anaknya. Ini bukan hanya cerita inspiratif, tapi juga pengingat bagi kita semua bahwa profesionalisme dan kebahagiaan bisa berjalan beriringan.
Jadi, Mengapa VMware?
Sebagai orang luar, saya sering melihat berbagai pendekatan vendor dalam membantu organisasi membangun infrastruktur cloud hybrid. Tapi apa yang membedakan VMware—dan khususnya tim VMware Cloud Foundation—adalah pendekatan berbasis nilai dan relasi.
VMware tidak hanya menjual teknologi. Mereka menghadirkan orang-orang seperti Chaitra yang siap mendengarkan, memahami, dan membimbing pelanggan melewati kompleksitas IT modern. Ketika organisasi membutuhkan stabilitas, skalabilitas, dan fleksibilitas tanpa kehilangan arah bisnis, VMware Cloud Foundation menawarkan satu paket lengkap—baik dari sisi teknologi maupun layanan manusia yang menyertainya.
Dan dari perspektif saya, itulah mengapa VMware tetap menjadi pemimpin dalam solusi cloud hybrid.
Ayo Diskusikan Kebutuhan IT Anda Bersama Kami
Kalau kamu atau tim kamu sedang mengevaluasi infrastruktur IT, ingin melakukan modernisasi data center, atau sekadar ingin berdiskusi tentang solusi hybrid cloud, tim Ilogo Indonesia siap membantu.
Sebagai mitra terpercaya VMware di Indonesia, kami telah mendampingi banyak organisasi—mulai dari enterprise hingga sektor publik—dalam merancang dan mengimplementasikan solusi teknologi yang tepat dan efisien.
Mari kita diskusi bersama, bahas kebutuhan unik organisasi kamu, dan cari solusi yang sesuai.
Hubungi tim kami hari ini, dan mari kita mulai percakapan menuju transformasi digital yang lebih baik. Atau Anda dapat mengunjungi https://vmware.ilogoindonesia.id
